Selasa, 19 September 2017

Teknik Encoding adalah proses untuk mengubah sinyal ke dalam bentuk yang dioptimasi untuk keperluan transmisi data atau penyimpanan datanya. Ada empat kombinasi teknik pengkodean :

  • Data digital, sinyal digital
  • Data analog, sinyal digital
  • Data digital, sinyal analog
  • Data analog, sinyal analog
Teknik Pengkodean Data :


1. Nonreturn To Zero (NRZ)

Format yang paling mudah dalam mentransmisikan sinyal digital adalah dengan menggunakan dua tingkat tegangan yang berlainan untuk dua digit biner. Kode-kode yang mengikuti cara ini dibagi berdasarkan sifat-sifatnya. Tingkat tegangan tetap konstan sepanjang interval bit yang ditransmisikan, yang dalam hal ini tidak terdapat transisi (tidak kembali ke level tegangan nol). Format ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

  • Non-Return to Zero level (NRZ-L)
    • Suatu kode dimana tegangan negatif dipakai untuk mewakili suatu nilai biner dan tegangan positif dipakai untuk mewakili nilai biner lainnya.
    • Menampilkan dua perbedaan tegangan untuk bit 0 dan 1
    • Tegangan tetap konstan sepanjang interval bit
    • Tidak terdapat transisi (tidak kembali ke level tegangan nol)
    • Sebagai contoh tidak ada level tegangan untuk menampilkan biner 0
    • Teknik ini sering dipergunakan untuk membangkitkan atau mengartikan data digital melalui terminal atau lainnya
  • Non-Return to Zero Inverted (NRZ-I)
    • Suatu kode dimana suatu transisi (rendah ke tinggi atau tinggi ke rendah) pada awal suatu bit akan dikenal sebagai biner ‘1’ dan berarti biner ‘0’ apabila tidak ada transmisi.
    • Merupakan salah satu contoh dari differensial encoding (penyandian encoding).
    • Mempertahankan pulsa tegangan konstan untuk durasi waktu bit
    • Data itu sendiri ditandai saat kehadiran atau ketidak hadiran transisi
  • Keuntungan NRZ :
    • Mudah dalam mengefisiensikan penggunaan bandwidth
    • Lebih kebal noise
  • Kelemahan NRZ :
    • Keberadaan komponen dc
    • Kurangnya kemampuan sinkronisasi
  • Aplikasi NRZ :
    • Umumnya digunakan untuk perekaman magnetik digital
    • Tidak banyak digunakan untuk transmisi sinyal
2. Multilevel Binary

Format pengodean ini diarahkan untuk mengatasi ketidak-efisienan kode NRZ. Kode ini menggunakan lebih dari 2 level sinyal.

  • Bipolar-AMI
    • Biner 0 ditampilkan melalui nonsinyal pada jalur. Biner 1 ditampilkan melalui pulsa positif atau negative
    • Pulsa biner 1 harus berganti-ganti polaritasnya
    • Kehilangan sinkronisasi tidak akan terjadi bila muncul string panjang 1 s
    • Tidak terdapat komponen dc murni
    • Bandwidth lebih sempit dibanding bandwidth NRZ
    • Banyak digunakan sebagai alat bantu untuk mendeteksi kesalahan
  • Pseudoternary
    • Biner 1 ditampilkan melalui nonsinyal pada jalur
    • Biner 0 ditampilkan melalui pulsa positif atau negative
  • Keunggulan Multilevel Binary :
    • Kemampuan sinkronisasi yang baik
    • Tidak mengandung komponen dc dan pemakaian bandwidth yang lebih kecil
    • Dapat menampung bit informasi yang lebih banyak.

3. Biphase

Biphase merupakan format pengkodean yang dkembangkan untuk mengatasi keterbatasan kode NRZ. Pada biphase digunakan dua teknik, yaitu Manchester dan Differensial Manchester

  • Manchester
    • Mempunyai transisi ditengah-tengah setiap periode bit
    • Transisi pertengahan bit bermanfaat sebagai mekanisme clock dan sekaligus sebagai data transisi
    • Transisi rendah ke tinggi menggambarkan 1
    • Transisi tinggi ke rendah menggambarkan 0
    • Ditetapkan untuk standar IEEE 802.3
  • Differential Manchester
    • Transisi pertengahan bit hanya digunakan untuk menyediakan clock
    • Transisi pada awal periode bit digambarkan dengan pengkodean 0
    • Terdapat inversi sinyal pada saat bit berikut adalah bit 0. Apabila bit berikut adalah bit 1, maka tidak ada inversi sinyal.
    • Ditetapkan untuk token ring IEEE 802.5 LAN menggunakan shielded twisted pair

4. Modulation rate

Modulation rate adalah kecepatan dimana elemen-elemen sinyal terbentuk.

5. Teknik scrambling

Digunakan untuk menempatkan deretan data yang akan menghasilkan level tegangan konstan yang telah diganti-kan oleh deretan data pengganti.

6. Bipolar with 8-Zeros Substitution (B8ZS)

  • Oktaf dari 0 muncul dan pulsa voltase terakhir positif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000+-0-+
  • Oktaf dari nol muncul dan pulsa voltase terakhir negatif maka dihasilkan 8 nol oktaf yang ditandai dengan 000-+0+-
  • Apabila terdapat 8 level tegangan nol berurutan, maka kedelapan level tegangan tersebut disubstitusi oleh level tegangan 000VB0VB

7. High-density bipolar-3 zeros (HDB3 )

  • Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah ganjil, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan 000V.
  • Jika jumlah sinyal tidak nol setelah substitusi terakhir adalah genap, maka substitusi dilakukan dengan menggunakan level tegangan B00V.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar